Noor Saidah

Noor Saidah, S.Pd.SD., lahir di Kudus, 6 September 1966, 1982 menamatkan pendidikan di SMP N1 Gebog,Kudus, dan lulus SPGN Kudus tahun 1985, tanggal 1 Juni...

Selengkapnya
Menulis Buku Harian

Menulis Buku Harian

Setiap bulan April di Sekolah kami selalu diadakan beberapa kegiatan, mulai dari upacara Peringatan Hari Kartini, lomba Fashion Show, lomba menyanyi solo, lomba menggambar dan lomba menulis.

Untuk kelancaran dan kesuksesan kegiatan tersebut maka perlu mempersiapkan segala sesuatunya, dan juga yang tidak kalah penting adalah mengadakan koordinasi dengan pihak Komite Sekolah.

Dari hasil koordinasi itulah dibentuk panitia. Guru kelas bertanggung jawab penuh untuk menyampaikan materi lomba mulai awal bulan April sampai H-1, supaya nantinya pada saat kegiatan berlangsung siswa-siswi kami sudah siap untuk berkompetisi.

Dari cabang lomba yang dilaksanakan selama ini yang paling keteteran adalah lomba menulis. Yang sudah berjalan selama ini pada cabang lomba menulis, terdiri dari 4 tahapan, pertama peserta lomba diberikan teks bacaan, kemudian diminta untuk membaca, memahami dan meresapi isi bacaan, ke tiga teks bacaan dikumpulkan pada panitia, dan ke empat peserta diminta untuk menulis kembali isi bacaan tersebut dengan bahasa dan kalimat sendiri.

Kenapa bisa seperti ini? Menurut pengamatan penulis, hal ini terjadi karena disebabkan oleh beberapa hal:

1. Peserta lomba tidak terbiasa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari;

2. Merasa kurang yakin akan kemampuan diri sendiri

3. Takut diejek, mengingat lingkungan sekitar memang tidak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam pergaulan sehari-hari

4. Penggunaan bahasa baku dan bahasa yang tidak baku tidak seimbang

Penulis mencoba untuk memecahkan masalah ini dengan cara ikut ambil bagian pada penyampaian materi lomba menulis pada kelas atas, yaitu kelas 4,5,dan kelas 6. Penulis menerapkan metode baru, yaitu bertolak pada pengalaman pribadi dengan menggunakan pendekatan personal maupun klasikal. Suasana dibuat sesantai mungkin, seringan mungkin. Tempat pelaksanaan juga lebih fleksibel, bisa di dalam kelas atau di luar kelas. Bahkan kadang siswa-siswa itu dibawa ke dalam Musolla. Kegiatan ini penulis mulai dari awal bulan April 2019.

Inti dari kegiatan ini adalah menulis di buku harian. Kegiatan yang belum lazim dan jarang dikerjakan oleh kebanyakan siswa. Siswa diajak untuk curhat kepada diri sendiri dengan cara menulis. Menulis di buku harian.

Mula-mula Penulis mengajak siswa untuk konsentrasi dan focus, mengingat-ingat semua kejadian yang dialami kemarin, juga mengingat-ingat semua kegiatan yang dilaksanakan kemarin. Mulai bangun tidur sampai mau tidur malam.

Setelah ingatan siswa terbentuk, penulis minta siswa supaya membuat daftar peristiwa atau kejadian yang dialami, semuanya tanpa terkecuali.

Tahap selanjutnya dari daftar peristiwa yang sudah tersusun, siswa memilih peristiwa yang paling berkesan (menyenangkan, menyedihkan, maupun menyebalkan), kemudian menandainya.

Dari peristiwa atau kejadian yang berkesan itulah, kemudian siswa dibimbing dan diarahkan untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Penyampaian materi ini tidak bisa serta merta dilaksanakan dengan mencampur tiga kelas sekaligus. Harus per kelas, mengingat tiap kelas terdiri dari tingkatan usia yang berbeda.

Siswa diwajibkan menulis setiap hari dan hasil tulisan itu selalu dipantau oleh Penulis. Dari pantauan penulis, kegiatan ini mendapatkan respon yang bervariasi, tapi secara umum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Siswa-siswa tersebut sedikit demi sedikit tumbuh keberanian untuk menuangkan ide ke dalam tulisan. Pada awal-awal, tulisan kebanyakan masih amburadul. Kalimat pendek-pendek, bahasanya campur-campur, antara bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Banyak kata yang diulang-ulang, misalnya:

“setelah ini terus…”

“langsung….”

Yah, tak apalah.. memang dalam hal ini sangat diperlukan kesabaran dan kegigihan. Sabar membimbing dan menuntun siswa dalam mewujudkan impian. Impian tentang menulis. Meskipun hanya menulis di buku harian, hanya sebatas curhat.

Hari hari pun berlalu, H-1 pun semakin mendekat, semangat semakin dipompa. Adrenalinpun semakin terpacu.. satu dua siswa ada yang menyerah. Macet. Tapi banyak juga yang lanjut terus dan akhirnya sampailah pada hari yang ditentukan, H-1. Penulis mengumpulkan seluruh siswa, kelas menulis. Seluruh siswa diberi pengarahan tentang apa yang harus ditulis pada saat lomba. Siswa diwajibkan menulis kembali pengalaman yang paling berkesan sejak tanggal 1 sampai tanggal 21 April 2019. Semoga sukses. Amin

Kudus, 15 Mei 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kereeeeen Bund, semoga sukses acaranya. Sukses selalu dan barakallahu fiik

16 May
Balas

Makasih bunda Pipik, sudah mampir. barakallah

16 May

Wah...Semoga dengan latihan menulis diary anak2 akan semakin trampil dalam menulis..Sukses Bu Noor..Barakallah...

16 May
Balas

Untuk latihan menulis, mereka dibiasakan menulis di buku harian. Barakallah Ibu Saidah

16 May
Balas

njih Abah, makasih sudah berkunjung. Sehat selalu.. barakallah

16 May

Aaamiin .... makasih bunda Rini, barakallah

16 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali